Oleh: Irfan Septiano | Januari 13, 2010

Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN

Bahan makanan

Bahan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh berupa karbohidrat, lemak, protein, air, mineral, danvitamin.

Uji bahan makanan

  • Amilum + lugol à warna hitam
  • Glukosa + benedict à warna merah bata
  • Asam amino + biuret à warna ungu

Organ Pencernaan

  1. Mulut, terdiri dari gigi, lidah, dan kelenjar ludah yang mengeluarkan enzim ptialin berfungsi untuk mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa.
  2. Esophagus (kerongkongan), merupakan saluran penghubung antara mulut dan lambung. Makanan di kerongkongan akan mengalami gerakan peristaltic, yaitu gerakan meremas dan mendorong makanan sampai ke lambung.
  3. Lambung, mempunyai tiga bagian yaitu kardiak (berbatasan dengan kerongkongan), fundus (tengah), dan pylorus (berbatasan dengan usus halus). Di lambung dihasilkan enzim-enzim sebagai berikut:
  • HCl berfungsi membunuh kuman.
  • Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton.
  • Rennin berfungsi mengendapkan kasein (protein susu).
  • Lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  1. Usus halus merupakan saluran yang berkelok dan mempunyai vili. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), yeyenum (usus kosong), ileum (usus penyerapan). Di dalam duodenum terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh pancreas antara lain:
  • Lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Tripsin berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
  • Amilase berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa.

Di dalam usus halus juga dihasilkan beberapa enzim antara lain:

  • Sukrase berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
  • Maltase berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
  • Laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Peptidase berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino.
  • Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
  1. Usus besar (colon) merupakan organ pencernaan yang berfungsi untuk mengatur kadar air feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Eschericia coli yang membantu membusukkan sisa makanan dan membentuk vitamin K.

Gambar  Organ-organ penyusun system pencernaan

Kelainan pada sistem pencernaan

  • Diare, merupakan kelainan pada feses yang dikeluarkan terlalu cair karena disebabkan oleh infeksi atau bakteri.
  • Gastritis merupakan iritasi pada lapisan mukosa lambung.
  • Sembelit (konstipasi) merupakan merupakan gangguan karena susah buang air besar, sehingga feses menjadi keras dan kering.

Apendisitis (usus buntu) merupakan peradangan pada umbai cacing.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: