Oleh: Irfan Septiano | Januari 25, 2010

Sistem Respirasi Manusia

SISTEM RESPIRASI

Mekanisme pernapasan

  • Inspirasi merupakan proses masuknya O2 (oksigen).
  • Ekspirasi merupakan proses keluarnya CO2 (karbondioksida).

Mekanisme pernapasan dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Pernapasan dada
  • Menggunakan otot antar tulang rusuk (musculus intercostalis).
  • Mekanisme inspirasi: otot antar tulang rusuk kontraksi à rongga dada membesar à tekanan udara rongga dada menurun à paru-paru membesar à udara masuk.
  • Mekanisme ekspirasi: otot antar tulang rusuk relaksasi à rongga dada mengecil à tekanan udara rongga dada membesar à paru-paru mengecil à udara keluar.
  • Menggunakan otot diafragma.
  • Mekanisme inspirasi: otot diafragma kontraksi à diafragma mendatar à rongga dada membesar à tekanan udara rongga dada mengecil à paru-paru membesar à udara masuk.
  • Mekanisme ekspirasi: otot diafragma relaksasi à diafragma melengkung à rongga dada mengecil à tekanan udara rongga dada membesar à paru-paru mengecil à udara keluar.
  1. Pernapasan perut

Kapasitas volume paru-paru

  • Volume tidal : banyaknya udara yang masuk dan keluar paru-paru selama pernafasan normal (500 ml)

Volume tidal dipengaruhi

–        Berat badan seseorang

–        Jenis kelamin

–        Usia

–        Kondisi fisik

  • Volume residu : Banyaknya udara yang tertinggal di dalam paru-paru (1200 ml)
  • Volume komplementer : udara yang masih dapat masuk ke paru-paru setelah bernapas biasa (1500 ml)
  • Volume suplementer : udara yang masih dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa (1500 ml)
  • Kapasitas vital : volume udara yang masuk dan keluar secara maksimal (4800ml)
  • Kapasitas total paru-paru : volume udara yang tersedia dalam paru-paru (5-6 L)

Pengikatan oksigen dan karbondioksida

–        Di dalam darah, O2 sebagian besar (98%) diikat oleh Hb yang terdapat pada Eritrosit menjadi Oksihemoglobin (HbO2). Selain diikat oleh Hb, sebagian kecil O2 larut di dalam plasma darah (2%).

–        Ketika CO2 berada di dalam darah sebagian besar (70%) CO2 akan diubah menjadi ion bikarbonat(HCO3–), 20% CO2 akan terikat oleh Hb pada Eritrosit, sedangkan 10% CO2 lainnya larut dalam plasma darah.

Kelainan pada sistem pernapasan

  • Pneumonia : peradangan paru-paru akibat infeksi bakteri Diplococcus pneumonia.
  • Asfiksi : gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan akibat gangguan fungsi parparu, pemb uluh darah dan jaringan.
  • Tuberculosis (TBC) : infeksi paru-paru oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Oleh: Irfan Septiano | Januari 15, 2010

Plantae

PLANTAE

Ciri-ciri umum

  • Mempunyai dinding sel
  • Merupakan organisme autotrof, mampu mensintesis makanan sendiri.
  • Ada yang sudah mempunyai akar, batang, dan daun sejati (kormophyta) dan ada yang belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati (thallophyta).

Klasifikasi

  1. Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

Ciri-ciri

–        Belum mempunyai pembuluh angkut.

–        Habitat di tempat yang lembab.

–        Akar masih berupa rhizoid.

–        Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis)

Peranan lumut

–        Marchantia sebagai obat penyakit hati.

–        Sphagnum sebagai bahan pembalut dan bahan bakar.

  1. Pteridophyta (tumbuhan paku)

Ciri-ciri

–        Merupakan tumbuhan kormophyta berspora.

–        Menghasilkan spora yang berada di daun (sporofil)

–        Daun muda tampak menggulung.

–        Mengalami pergiliran keturunan (metagenesis).

Peranan pteridophyta

–        Marsilea crenata sebagai bahan makanan.

–        Selaginella sebagai bahan obat-obatan.

–        Azolla piñata sebagai pupuk di sawah.

–        Adiantum, Asplenium nidus sebagai tanaman hias.

  1. Spermatophyta (tumbuhan berbiji)

Gymnospermae

(berbiji terbuka)

Angiospermae (berbiji tertutup)

Monokotil Dikotil
Tidak mempunyai bunga sesungguhnya, tetapi membentuk strobilus.
  • Biji berbilah satu
  • Akar serabut
    • Batang tidak berkambium
    • Pertulangan daun sejajar/melengkung
    • Biji berbilah dua
    • Akar tunggang
    • Batang berkambium
  • Pertulangan daun menyirip/menjari
Gnetum gnemon (melinjo)

Pinus merkusii (pinus)

Zea mays (jagung)

Oryza sativa (padi)

Mangifera indica (mangga)

Anona squamosa (sirsak)

Oleh: Irfan Septiano | Januari 13, 2010

Keanekaragaman Hayati (Biodiversity)

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Tingkat-tingkat keanekaragaman hayati

1. Keanekaragaman hayati tingkat gen

Merupakan variasi gen dalam satu spesies, contoh: variasi rasa dan bentuk pada mangga inderamayu, mangga golek, dan mangga harum manis.

2. Keanekaragaman hayati tingkat spesies/jenis

Merupakan keanekaragaman pada individu yang berbeda spesies. Contoh: variasi pada anjing, kucing, dan harimau.

3. Keanekaragaman hayati tingkat ekosistem

Merupakan keanekaragaman yang muncul karena interaksi antara factor biotic dan abiotik yang berbeda. Contoh: ekosistem sawah, eksosistem sungai, dan ekosistem laut.

Fauna di Indonesia

Berdasarkan tipenya, fauna di Indonesia dibagi 3 wilayah.

1. Tipe Asiatik

ciri-ciri:

  • meliputi pulau sumatera, jawa, kalimantan, dan madura.
  • mamalia berukuran besar
  • mempunyai banyak jenis primata
  • mempunyai banyak jenis ikan tawar
  • warna burung tidak mencolok
  • contoh: gajah, badak bercula satu, banteng, orangutan dan elang jawa.

2. Tipe peralihan

  • meliputi pulau sulawesi, bali, nusa tenggara dan lombok
  • merupakan fauna peralihan tipe asiatik dan australia.
  • hewan mamalia berukuran sedang
  • terdapat primata dengan ukuran kecil
  • contoh: anoa, komodo, burung jalak bali, dan tarsius.

3. Tipe Australia

  • meliputi pulau papua
  • terdapat mamalia berkantung
  • burung dengan warna mencolok
  • tidak terdapat primata.
  • contoh: kanguru, dan burung cendrawasih

Upaya menjaga kelestarian biodiversity.

  1. pelestarian insitu (di habitat asli) dan eksitu (di luar habitat asli)
  2. cagar alam
  3. suaka margasatwa
  4. Taman Nasional
  5. Taman Laut
  6. Hutan Wisata
  7. Hutan Lindung
Oleh: Irfan Septiano | Januari 13, 2010

Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN

Bahan makanan

Bahan makanan yang dibutuhkan oleh tubuh berupa karbohidrat, lemak, protein, air, mineral, danvitamin.

Uji bahan makanan

  • Amilum + lugol à warna hitam
  • Glukosa + benedict à warna merah bata
  • Asam amino + biuret à warna ungu

Organ Pencernaan

  1. Mulut, terdiri dari gigi, lidah, dan kelenjar ludah yang mengeluarkan enzim ptialin berfungsi untuk mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa.
  2. Esophagus (kerongkongan), merupakan saluran penghubung antara mulut dan lambung. Makanan di kerongkongan akan mengalami gerakan peristaltic, yaitu gerakan meremas dan mendorong makanan sampai ke lambung.
  3. Lambung, mempunyai tiga bagian yaitu kardiak (berbatasan dengan kerongkongan), fundus (tengah), dan pylorus (berbatasan dengan usus halus). Di lambung dihasilkan enzim-enzim sebagai berikut:
  • HCl berfungsi membunuh kuman.
  • Pepsin berfungsi mengubah protein menjadi pepton.
  • Rennin berfungsi mengendapkan kasein (protein susu).
  • Lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  1. Usus halus merupakan saluran yang berkelok dan mempunyai vili. Usus halus terdiri dari tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), yeyenum (usus kosong), ileum (usus penyerapan). Di dalam duodenum terjadi pencernaan secara kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh pancreas antara lain:
  • Lipase berfungsi mencerna lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • Tripsin berfungsi mengubah protein menjadi asam amino.
  • Amilase berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa dan maltosa.

Di dalam usus halus juga dihasilkan beberapa enzim antara lain:

  • Sukrase berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
  • Maltase berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
  • Laktase berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
  • Peptidase berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino.
  • Erepsin berfungsi mengubah pepton menjadi asam amino.
  1. Usus besar (colon) merupakan organ pencernaan yang berfungsi untuk mengatur kadar air feses. Di dalam usus besar terdapat bakteri Eschericia coli yang membantu membusukkan sisa makanan dan membentuk vitamin K.

Gambar  Organ-organ penyusun system pencernaan

Kelainan pada sistem pencernaan

  • Diare, merupakan kelainan pada feses yang dikeluarkan terlalu cair karena disebabkan oleh infeksi atau bakteri.
  • Gastritis merupakan iritasi pada lapisan mukosa lambung.
  • Sembelit (konstipasi) merupakan merupakan gangguan karena susah buang air besar, sehingga feses menjadi keras dan kering.

Apendisitis (usus buntu) merupakan peradangan pada umbai cacing.

Oleh: Irfan Septiano | Januari 13, 2010

Fungi

FUNGI

Ciri-ciri

  • Merupakan organisme heterotrof.
  • Hidup secara saprofit dan parasit.
  • Dinding sel tersusun atas zat kitin.
  • Tubuh tersusun atas hifa yang membentuk anyaman disebut misellium. Hifa jamur ada yang bersekat (septum) dan ada yang tidak bersekat (aseptum) disebut senositik.

Klasifikasi

Divisi Ciri-ciri Reproduksi Peranan
Seksual Aseksual
Zygomycota Multiseluler; Hifa tidak bersekat Zigospora Sporangiospora Rhyzopus oryzae (jamur tempe), Mucor javanicus (jamur tape)
Ascomycota Uniseluler atau multiseluler; hifa bersekat dengan banyak inti; Tubuh buah berupa mangkok (askus) Askospora Konidiaspora Sacharomyces cereviceae (pembuat keju), Aspergillus wentii (pembuat kecap), Neurospora sitophila (pembuat oncom), Penicillium chrysogenum (pembuat antibiotik).
Basidiomycota Multiseluler; hifa bersekat dengan satu inti; Tubuh buah berupa payung (basidium) Basidiospora Konidiaspora Auricularia polytricha (jamur paying), Volvariella volvaceae (jamur kuping), puccinia graminis (parasit pada tanaman jagung), Amanita (beracun).
Deuteromycota Multiseluler hifa; bersekat Belum diketahui konidiaspora Mycrosporum (penyakit kurap), Epidermophyton floocosum(penyakit kaki atlet).

Rhyzopus oryzae

Penicillium notatum

Volvariella volvaceae

Lumut kerak

Merupakan simbiosis mutualisme antara fungi (ascomycota dan basidiomycota) denga monera (cyanobacteria). Fungi memperoleh nutrisi dari hasil fotosintesis cyanobacteria, sedangkan cyanobacteria memperoleh air dari fungi.

Mikoriza

Adalah simbiosis mutualisme antara fungi dengan akar tanaman. Fungi memperoleh nutrisi dari tanaman yang ditumpanginya, sedangkan tanaman memperoleh air dari fungi.

Oleh: Irfan Septiano | Agustus 4, 2009

Metabolisme

Metabolisme adalah modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam organisme dan sel, secara gampangnya yaitu keseluruhan reaksi kimia yang berlangsung di dalam tubuh organisme. Reaksi-reaksi tersebut adalah dasar dari kehidupan, yang membuat sel dapat tumbuh dan bereproduksi, mempertahankan strukturnya, dan merespon lingkungannya. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapan-tahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme. Secara keseluruhan, metabolisme bertanggung jawab terhadap pengaturan materi dan sumber energi dari sel. Tugas metabolisme inilah yang menjadikan metabolisme suatu reaksi yang sangat penting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup.

Karena metabolisme merupakan keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam tubuh organisme, tentunya metabolisme tidak hanya terdiri dari satu macam reaksi saja. Secara umum, metabolisme terbagi atas 2 reaksi:

1. Anabolisme

Anabolisme adalah proses sintesis molekul kompleks dari senyawa-senyawa kimia yang sederhana secara bertahap. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia. Energi tersebut, selanjutnya digunakan untuk mengikat senyawa-senyawa sederhana tersebut menjadi senyawa yang lebih kompleks. Jadi, dalam proses ini energi yang diperlukan tersebut tidak hilang, tetapi tersimpan dalam bentuk ikatan-ikatan kimia pada senyawa kompleks yang terbentuk.

2. Katabolisme

Katabolisme adalah serangkaian reaksi yang merupakan proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana dengan membebaskan energi, yang dapat digunakan organisme untuk melakukan aktivitasnya. Termasuk didalamnya reaksi pemecahan dan oksidasi molekul makanan seperti reaksi yang menangkap energi dari cahaya matahari. Fungsi reaksi katabolisme adalah untuk menyediakan energi dan komponen yang dibutuhkan oleh reaksi anabolisme.

Oleh: Irfan Septiano | Agustus 2, 2009

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi Makhluk Hidup

Alam semesta terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik (makhluk hidup)jumlahnya sangat banyak dan sangat beraneka ragam. Mulai dari laut, dataran rendah, sampai di pegunungan, terdapat makhluk hidup yang jumlahnya banyak dan sangat beraneka ragam. Karena jumlahnya banyak dan beraneka ragam, maka kita akan mengalami kesulitan dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup. Untuk mempermudah dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup maka kita perlu cara. Cara untuk mempermudah kita dalam mengenali dan mempelajari makhluk hidup disebut Sistem Klasifikasi (penggolongan / pengelompokan).

Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi (pengelompokan / penggolongan) disebut TAKSONOMI.

Klasifikasi dapat dilakukan oleh siapapun, tergantung Dasar Klasifikasi yang digunakan. Contoh dasar klasifikasi dalam biologi :

a. Berdasarkan kemampuan membuat makanan, makhluk hidup digolongkan menjadi :
1. Organisme Autotrof, organisme yang mampu membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis, contoh : tumbuhan
2. Organisme Heterotrof, organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri, contoh : hewan dan manusia

b. Berdasarkan habitatnya tumbuhan dikelompokkan menjadi :
1. Tumbuhan Hidrofit, tumbuhan yang hidup di air, contoh : teratai
2. Tumbuhan Higrofit, tumbuhan yang hidup di tanah lembap, contoh : lumut
3. Tumbuhan Xerofit, tumbuhan yang hidup di tanah kering, contoh : kaktus

c. Berdasarkan makanannya, hewan digolongkan menjadi :
1. Hewan Herbivora, hewan yang memakan tumbuhan, contoh : sapi
2. Hewan Carnivora, hewan yang memakan daging, contoh : harimau
3. Hewan Omnivora, hewan yang memakan tumbuhan dan daging, contoh : tikus

Klasifikasi makhluk hidup dilakukan oleh :
1. Aristoteles, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan
2. Carolus Linnaeus, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu Plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Perbedaannya dengan Aristoteles adalah, Carolus Linnaeus adalah orang yang pertama kali meletakkan dasar klasifikasi dan membuat sistem penamaan yang disebut Binomial Nomenklatur, sehingga Carolus Linnaeus disebut sebagai Bapak Taksonomi
Tingkatan dalam klasifikasi disebut takson. Takson dari tingkat tertinggi ke terendah adalah :

KINGDOM
DIVISIO / PHYLLUM
CLASSIS
ORDO
FAMILIA
GENUS
SPESIES

– Dari spesies menuju kingdom, takson semakin tinggi
– Semakin tinggi takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin banyak
– Semakin tinggi takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit
– Semakin tinggi takson, perbedaan antar makhluk hidup semakin banyak

– Dari kingdom menuju spesies, takson semakin rendah
– Semakin rendah takson, jumlah organisme (makhluk hidup) semakin sedikit
– Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin banyak
– Semakin rendah takson, persamaan antar makhluk hidup semakin sedikit

3. Robert H. Whittaker, mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 5 kingdom, yaitu

1. Kingdom Monera
2. Kingdom Protista
3. Kingdom Fungi
4. Kingdom Plantae
5. Kingdom Animalia

Tingkatan takson untuk Kingdom Plantae adalah
KINGDOM
DIVISIO
CLASSIS
ORDO
FAMILIA
GENUS
SPESIES

Tingkatan takson untuk Kingdom Animalia adalah
KINGDOM
PHYLLUM
CLASSIS
ORDO
FAMILIA
GENUS
SPESIES

Ciri-ciri pada sistem 5 kingdom :
1. Kingdom Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
2. Kingdom Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
3. Kingdom Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
4. Kingdom Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler
5. Kingdom Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler

Untuk memahami secara lebih detail tentang perbedaan sel prokariotik dan sel eukariotik silakan klik : http://biology.about.com/library/weekly/aa031600a.htm

Tata Nama Ilmiah :
1. Menggunakan bahasa ilmiah (Latin)
2. Terdiri dari 2 kata, kata pertama menunjukkan genus, kata kedua menunjukkan spesies
3. Huruf depan kata pertama menggunakan huruf kapital, huruf depan kata kedua menggunakan huruf bukan kapital
4. Penulisan secara manual harus diberi garis bawah, penulisan dengan komputer harus diberi garis bawah atau cetak miring atau cetak tebal

Contoh organisme
1. Kingdom Monera :
Diplococcus pneumoniae, penyebab penyakit radang paru-paru
Salmonella typhosa, penyebab penyakit typus
Eschericia coli, bakteri pembusuk dalam usus besar
Oscilatoria sp
2. Kingdom Protista :
Spirogyra sp
Fucus sp
Diatomae sp
Gracilaria sp
Amoeba sp
Euglena viridis
Plasmodium malariae
Paramecium sp
3. Kingdom Fungi :
Rhizopus sp
Penicilium sp
Auricularia polytricha
Volvariella volvacea
4. Kingdom Plantae :
Marchantia polymorpha
Adiantum cuneatum
Gnetum gnemon
Oryza sativa
Arachis hypogea
5. Kingdom Animalia :
Planaria sp
Ascaris lumbricoides
Holothuria scabra
Bufo americanus
Chelonia mydas
Macrofus rufus
Felis tigris
Contoh anggota kingdom animalia yang lain dapat dilihat di :
http://images.ask.com/pictures?q=Amphibian+Species&qsrc=6&o=12506&l=dir&ni
http://biology.about.com/od/zoology/Zoology.htm

Oleh: Irfan Septiano | Agustus 2, 2009

Virus

Virus  dipertimbangkan   sebagai  bagian  dari  makhluk  hidup  karena  virus  hanya  mampu bereproduksi jika berada di dalam sel inang.

Ciri-ciri virus:

  • Mikroskopiso Tubuh   terdiri  dari   selubung protein
  • Hanya  memiliki   RNA   atau DNA saja
  • Mampu   bereproduksi  hanya  di dalam sel inang
  • Dapat dikristalkan

Virus  umumnya  bersifat  merugikan terhadap   kehidupan.   Beberapa penyakit yang disebabkan virus antara lain:

  1. Polio, disebabkan Poliovirus
  2. Cacar, disebabkan Measles virus
  3. Hepatitis, disebabkan Hepatitis virus
  4. Herpes, disebabkan Herpes simplex virus
  5. Ebola, disebabkan Ebola virus
  6. Influenza, disebabkan Influenza virus
  7. AIDS, disebabkan virus HIV (Human immunodeficiency virus)
  8. Flu burung, disebabkan virus H5N1
  9. Rabies, disebabkan Rhabdovirus
  10. Campak, disebabkan Mumps virus

Replikasi virus melalui Lisogenik

Replikasi virus melalui daur Litik

Oleh: Irfan Septiano | Agustus 1, 2009

Pertumbuhan dan Perkembangan

PERTUMBUHAN adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif/ terukur.

PERKEMBANGAN adalah proses menuju kedewasaan pada organisme. Proses ini berlangsung secara kualitatif.

Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel.

PERTUMBUHAN PADA TUMBUHAN

Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringanmeristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.

Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.

Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:

1. Pertumbuhan Primer

Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.

Embrio memiliki 3 bagian penting :
a. tunas embrionik yaitu calon batang dan daun
b. akar embrionik yaitu calon akar
c. kotiledon yaitu cadangan makananPertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebutauksanometer.

Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah
a. Daerah pembelahan
Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik)
b. Daerah pemanjangan
Berada di belakang daerah pembelahan
c. Daerah diferensiasi
Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami
diferensiasi membentuk akar
yang sebenarnya serta daun muda dan
tunas lateral yang akan menjadi cabang.

2. Pertumbuhan Sekunder

Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.

– Mula-mula kambium hanya terdapat pada ikatan pembuluh, yang disebut kambium vasis atau kambium intravasikuler. Fungsinya adalah membentuk xilem dan floem primer.

– Selanjutnya parenkim akar/batang yang terletak di antara ikatan pembuluh, menjadi kambium yang disebut kambium intervasis.

– Kambium intravasis dan intervasis membentuk lingkaran tahun Þbentuk konsentris.

Kambium yang berada di sebelah dalam jaringan kulit yang berfungsisebagai pelindung. Terbentuk akibat ketidakseimbangan antara permbentukan xilem dan floem yang lebih cepat dari pertumbuhan kulit.

– ke dalam membentuk feloderm : sel-sel hidup
– ke luar m
embentuk felem : sel-sel mati

sumber: kambing.ui.ac.id

Oleh: Irfan Septiano | Agustus 1, 2009

Sel

Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Karena itulah, sel dapat berfungsi secara autonom asalkan seluruh kebutuhan hidupnya terpenuhi.

Secara umum setiap sel memiliki

  • membran sel,
  • sitoplasma, dan
  • inti sel atau nukleus.

Sel tumbuhan dan sel bakteri memiliki lapisan di luar membran yang dikenal sebagai dinding sel. Dinding sel bersifat tidak elastis dan membatasi perubahan ukuran sel. Keberadaan dinding sel juga menyebabkan terbentuknya ruang antar sel, yang pada tumbuhan menjadi bagian penting dari transportasi hara dan mineral di dalam tubuh tumbuhan.

Sitoplasma dan inti sel bersama-sama disebut sebagai protoplasma. Sitoplasma berwujud cairan kental (sitosol) yang di dalamnya terdapat berbagai organel yang memiliki fungsi yang terorganisasi untuk mendukung kehidupan sel. Organel memiliki struktur terpisah dari sitosol dan merupakan “kompartementasi” di dalam sel, sehingga memungkinkan terjadinya reaksi yang tidak mungkin berlangsung di sitosol. Sitoplasma juga didukung oleh jaringan kerangka yang mendukung bentuk sitoplasma sehingga tidak mudah berubah bentuk.

Organel-organel yang ditemukan pada sitoplasma adalah

  • mitokondria (kondriosom)
  • badan golgi(diktiosom)
  • Retikulum endoplasma
  • plastida (khusus tumbuhan, mencakup leukoplas, kloroplas, dan kromoplas.)
  • vakuola(khusus tumbuhan)

Sel Hewan
1. tidak memiliki dinding sel
2. tidak memiliki plastida
3. memiliki lisosom
4. memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa lemak dan glikogen
6. bentuk tidak tetap
7. pada hewan tertentu memiliki vakuola, ukuran kecil, sedikit
Sel Tumbuhan
1. memiliki dinding sel dan membran sel
2. umumnya memiliki plastida
3. tidak memiliki lisosom
4. tidak memiliki sentrosom
5. timbunan zat berupa pati
6. bentuk tetap
7. memiliki vakuola ukuran besar, banyak
Transpor lewat membran
Transpor lewat membran dibedakan atas:
1. Transpor pasif, tanpa bantuan energi dari sel (difusi dan osmosis)
2. Transpor aktif, dengan menggunakan energi dari sel (endositosis, eksositosis dan pompa natrium kalium).

Older Posts »

Kategori